Strategi Sang Nakhoda Baru Indosat

Strategi Sang Nakhoda Baru Indosat

Kamis, 11 Juni 2009, boleh jadi merupakan hari bersejarah bagi Harry Sasongko Tirtotjondro. Saat itu, Rapat Umum Pemegang Saham PT Indosat Tbk. menahbiskan dirinya sebagai direktur utama menggantikan Johnny Swandi Sjam. Sejak itulah, mantan Country Manager GE Money Indonesia ini senantiasa sibuk. Terlebih, setelah resmi dilantik pada awal Agustus lalu. Aneka kegiatan menghampiri pemilik gelar master of science dari Ohio State University, AS, ini seperti peluncuran Satelit Palapa-D di Cina dan sejumlah strategi lain yang ia jalankan di ranah barunya itu.

Bagaimana proses peminangan Harry dan apa saja strateginya? Berikut rangkuman obrolan santai reporter SWA, Sigit A. Nugroho –diedit oleh Dede Suryadi — dengan lelaki kelahiran Bandung, 17 Desember 1959, ini.

//Apa yang membuat Anda menerima tantangan untuk memimpin Indosat?//

Saya melihat hal ini lebih sebagai sebuah kepercayaan dan tugas yang secara profesional menjadi tantangan bagi saya untuk bisa mewujudkan apa yang telah dipercayakan kepada saya pada bidang yang totally berbeda dari sebelumnya, yaitu keuangan. Ada benang merah, yaitu mengarahkan perusahaan ini menjadi customer oriented dan bukan semata-mata perusahaan teknologi. Saya kan lama di consumer banking. Nah, Indosat ke depan mau mengarah ke perusahaan yang lebih consumer driven. bukannya technology driven. Mereka akhirnya meyakinkan saya bahwa skill yang saya punya cocok.

//Seperti apa proses negosiasinya?//

Tidak ada proses yang bersifat spesial untuk diceritakan. Saya diwawancarai head-hunter profesional seperti proses yang umumnya terjadi dalam merekrut eksekutif perusahaan.

Mereka menjelaskan tantangan-tantangan yang harus dihadapi. Visi dan misi company ke depannya seperti apa. Mereka mengatakan bahwa skill yang saya punyai sekarang inilah yang mereka cari. Q-Tel mencari orang yang bisa management skill, consumer marketing. Dan, dari situ akhirnya mereka merekrut saya. Tadinya saya tidak begitu yakin bahwa ini bakal cocok dengan saya. Namun, mereka bisa meyakinkan saya.

//Semenarik apa sih tawaran dari Indosat?//

Ha-ha-ha…. (Harry hanya menjawab dengan tawa sambil meminta pertanyaan lain.)

//Apa saja yang ditargetkan Q-Tel kepada Anda?//

Setiap pemegang saham pasti memberikan guidance tentang kinerja yang diinginkan karena posisi mereka sebagai investor perusahaan. Salah satu target yang diberikan adalah meningkatkan kedisiplinan keuangan Indosat agar lebih ke business oriented. Q-Tel memberikan target kepada seluruh manajemen operasional perusahaan untuk semakin meningkatkan kinerja perusahaan menjadi semakin baik lagi dan mampu eksis sebagai pemain utama nasional maupun global.

Seperti kita tahu, Q-Tel adalah pemegang mayoritas saham. Mereka beli Indosat saat harga per sahamnya Rp 7.000 lebih. Nah, sekarang saham Indosat harganya Rp 5.200. Paling tidak, sekarang bagaimana caranya mengembalikan harga saham ke level Rp 7.000-an.

//Anda sanggup?//

Tentu saja, saya optimistis. Karena itu, saya mengambil peluang ini dan saya akan mewujudkannya. Meski tidak semudah membalikkan tangan, tetapi saya yakin. Saya maunya secepatnya mengembalikan performa saham Indosat. Tetapi, ini tidak mudah. Apalagi, kondisi ekonomi makro sukar diduga. Namun, paling tidak bila dalam waktu 18-24 bulan bisa mengembalikan ke level Rp 7.000, itu merupakan prestasi tersendiri.

//Bagaimana Anda mewujudkan target tersebut? Apa saja yang akan Anda lakukan?//

Indosat akan terus meningkatkan kinerja perusahaan. Kami menjalankan tiga strategi utama. Pertama, customer focus, berupa komitmen untuk terus fokus terhadap pelanggan kami. Kedua, menyinergikan berbagai potensi di Indosat yang akan mengantarkan ke bentuk inovasi-inovasi baru di bidang teknologi telekomunikasi dan informatika serta layanan prima. Dan, membangun semangat harmonisasi dengan semua stakeholder Indosat.

//Apakah manajemen bakal dirombak juga?//

Pembenahan manajemen akan dilakukan bila memang diperlukan dalam proses menuju kinerja perusahaan yang lebih baik lagi. Sejauh ini kami tetap fokus pada tiga strategi yang telah saya sampaikan.

//Seperti apa konkretnya? Pembenahan apa saja yang dilakukan?//

Beberapa program akan diturunkan dari tiga strategi yang menjadi fokus kami saat ini, yang diharapkan akan lebih meningkatkan kinerja semua lini yang sudah ada saat ini. Customer focus dengan salah satu turunannya adalah membuat SBU (strategic business unit) baru. Saya akan memisahkan nasabah ritel dan nasabah korporat. Sebab, selama ini terkesan campur aduk.

Selain itu, perlu juga menyinergikan semua bagian di dalam. Caranya, perlahan-lahan akan diubah kulturnya. Sebab, Indosat ini dulu kan hasil merger dari beberapa company. Sehingga, antarbagian di dalamnya susah bersatu. Akibatnya, perkembangannya kurang cepat. Nah, kalau bisa, harus lebih dulu melupakan legacy itu. Kami harus melihat ke depan. Saya akan benahi ini sehingga bisa bersinergi untuk berkembang bersama.

Customer culture, cara promosi akan dibuat lebih baik. Pembuatan produk juga harus lebih baik untuk memenuhi permintaan customer. Tentu saja, ini harus dibarengi dengan perbaikan jaringan. Sebenarnya dari segi kultur juga sudah baik. Hanya saja, perlu dipertajam di beberapa bagian, sehingga pertumbuhannya bisa lebih cepat.

//Bagaimana dengan tim Indosat yang sekarang? Anda optimistis?//

Saya sangat optimistis dengan tim dan sumber daya yang kuat dan mumpuni yang telah dimiliki Indosat saat ini. SDM di Indosat merupakan orang-orang yang punya kapabilitas tinggi. Jadi, tinggal memberikan guidance yang baik, kasih support dan sesuatu yang baik lainnya maka akan lebih baik lagi. Oleh sebab itu, sinergi di antara potensi yang ada di Indosat insya Allah akan mengantarkan kami ke inovasi-inovasi baru di bidang teknologi telekomunikasi dan informatika. Kami sedang bekerja keras untuk menuju Indosat yang lebih baik lagi ke depan.

//Bagaimana Anda menyiasati sengitnya persaingan bisnis telekomunikasi ini?//

Bisnis telekomunikasi memang sangat kompetitif, namun saya yakin dengan strategi yang tepat, bersaing dengan sehat dan fair, mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki dengan baik, dukungan manajemen dan SDM yang kuat dan profesional, serta inovasi teknologi dan layanan secara terus-menerus, kita bisa memenangi persaingan.

//Ini pengalaman pertama Anda di telekomunikasi. Tantangan apa yang siap menghadang? //

Tantangan paling berat di telekomunikasi mungkin berkaitan dengan market dan juga cepatnya perkembangan teknologi. Jadi, kami harus mempersiapkan arsitektur dan sistem TI dengan benar. Jangan sampai salah dalam memilih sistem.

//Bisnis telekomunikasi demikian berat, malah trennya lagi banting harga. Siasat Anda?//

Berat memang. Kalau banting-bantingan harga, saya kira tidak akan banyak dilakukan lagi. Sebagaimana kami amati bersama, mulai tahun ini Indosat lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas. Karena, toh banting-bantingan harga tidak banyak memberikan revenue yang bagus. Jadi, kami bersihkan dan akan kami ambil yang lebih memadai saja. Memang company ini secara teknologi sudah memadai. Hanya saja, sekarang mau dibuat agar lebih ke business oriented.(*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.