Empat Dekade Polytron “Menyerang”

Tekno Wibowo, Direktur Pemasaran PT Hartono Istana Elektronik

Tekno Wibowo, Direktur Pemasaran PT Hartono Istana Elektronik

Selama 40 tahun, Polytron pantang surut menggempur pasar elektronik yang dikuasai pemain global. Beragam kendala justru membuatnya semakin berani dan percaya diri. Bagaimana merek elektronik dari Grup Djarum ini menggempur pasar?

Tahun 2015 menjadi fase penting bagi Polytron, merek elektronik karya anak bangsa di bawah PT Hartono Istana Elektronik (HIE) yang pabriknya berada di Kudus, Jawa Tengah. Sebab tahun ini Polytron genap 40 tahun. Sebuah usia fantastis bagi sebuah merek elektronik lokal di Tanah Air.

YDBA, Wujud Kepedulian Astra International

Prijono Sugiarto, Presdir PT Astra International

Prijono Sugiarto, Presdir PT Astra International

Salah satu peninggalan pendiri Astra, William Soeryadjaya, yang terus dihidupkan dan menjadi simbol cita-cita Astra: Sejahtera Bersama Bangsa, adalah Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Didirikan 2 Mei 1980, YDBA dimaksudkan untuk mewujudkan semangat dan nilai-nilai yang dikandung Catur Dharma Astra, terutama dharma yang pertama, menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Santosa, Membawa Angin Perubahan di AAB

Santosa Chief Executive Officer CEO PT. Asuransi Astra Buana

Santosa Chief Executive Officer CEO PT. Asuransi Astra Buana

Pengalaman di berbagai posisi penting di Grup Astra mengantarkan Santosa menjadi orang nomor satu di perusahaan asuransi milik kelompok usaha itu, PT Asuransi Astra Buana (AAB). Dulu dikenal dengan Garda Oto, AAB saat ini dalam keadaan terbaik di kelasnya. Namun bagi Santosa, justru hal itu menjadi tantangan tersendiri. “Kami jangan sampai terlena dengan comfort zone. Kalau sudah berada di comfort zone, biasanya jadi lamban karena tidak mau mencoba lebih,” ujar Direktur dan Sekretaris Korporat PT Astra Agro Lestari Tbk. 2007-13 ini.

Menggempur Pasar Dengan Strategi Dual Brand XL-Axis

XL Axis big

Setelah konsolidasi pascamerger dengan Axis rampung, XL langsung tancap gas melancarkan strategi dual brand XL – Axis untuk menggempur pasar. Seperti apa strategi dual brand yang dilakukanya. Sukseskah?

Setelah sekian lama tak kelihatan eksistensinya, kini produk layanan seluler Axis kembali menyapa pasar dengan iklannya yang menarik di televisi commercial (TVC). Iklan bertajuk Mahaguru Irit tersebut membawa sebuah “ajaran” yang disebut Iritology, yaitu gaya hidup irit alias hemat. Itu sebabnya tagline Axis saat ini adalah Irit Itu Axis.

Memang, Axis kembali hadir dengan wajah baru pascamerger dengan XL pada April 2014. Kini merek layanan yang identik dengan warna ungu itu menawarkan gaya hidup baru dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui penyediaan layanan yang simple: untuk sekedar menelpon, SMS, dan data/internet sesuai kebutuhan dengan tarif irit. Pengenalan kembali Axis kali ini ditandai dengan peluncuran program gaya hidup Iritology, yakni penawaran layanan Ngobrol Irit, Ngenet Irit, Awet Irit.

Strategi Electrolux Meretas Kaum Berkelas

Lynn Ong, Presdir PT Electrolux Indonesia

Lynn Ong, Presdir PT Electrolux Indonesia

Bertahan sebagai merek peralatan rumah tangga premium, Electrolux sengaja melakukan rejuvenasi merek agar lebih segar dan mampu mengimbangi persaingan pasar di level tengah. Usaha apa yang dilakukan?

Dalam sebuah acara live cooking bertajuk Experience the Taste of
Electrolux di sebuah restoran ternama di Jakarta awal Desember lalu, Master Chef Lucky jebolan dari acara Master Chef Indonesia terlihat unjuk kebolehan membuat sajian makanan bercitarasa Indonesia, yaitu gurame saus mangga, ayam panggang mertua, dan jus segar nan sehat.

Enak? Pasti. Namun yang menarik, sepanjang live cooking berlangsung, peralatan rumah tangga dan memasak dari Electrolux sebagai endorser terlihat menonjol. Kompor yang digunakan Hob Electrolux yang mengusung teknologi Penta-Jet Burner yang memungkinkan menggoreng dan merebus lebih cepat. Kemudian, untuk memanggang ayam mertua, digunakan oven Electrolux yang memiliki kontrol termostat suhu akurat untuk memastikan masakan matang, serta kontrol timer mekanis dan permukaan halus sehingga gampang dibersihkan. Untuk membuat jus segar dan sehat, Chef Lucky menggunakan blender Cruzo Electrolux. Tak ketinggalan, untuk menyimpan jus segar agar kualitasnya tetap terjaga, ia menggunakan kulkas Salsa yang mengusung teknologi NutriLight yang dapat mempertahankan antioksidan dan vitamin dari buah-buahan serta sayuran.

Telkom Terapkan CSR One Pipe Education System

Telkom Fondation

Sebagai BUMN telekomunikasi di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tidak hanya menjalani aktivitas operasional bisnis tapi juga turut serta memberikan kontribusi dalam membangun bangsa.

Untuk itu, Telkom menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan demi melahirkan generasi masa depan yang berpendidikan dan melek akan teknologi. Salah satu bentuk komitmen Telkom untuk dunia pendidikan adalah mendukung pelaksanaan konsep pendidikan terintegrasi atau yang dikenal dengan nama One Pipe Education System (OPES) yang tengah intensif dilakukan oleh Telkom Foundation.