Tancap Maksimal Yamaha NMax Salip Lawan

Yamaha NMax

Meski tergolong produk premium dengan harga relatif mahal, Yamaha NMax tetap mendapat respons positif dari pasar. Mengapa? Bagaimana jurus Yamaha memasarkan NMax?

Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat telah berlalu pada September 2016. Perhelatan olahraga nasional ini menyisakan cerita membanggakan, khususnya bagi penggemar motor Yamaha NMax. Pasalnya, komunitas pencinta Max Series, Bandung Max Community (BMC), ditunjuk menjadi official marshall cabang olahraga balap sepeda. Dengan menggunakan NMax, komunitas ini mengawal atlet balap sepeda saat mereka bertanding.

Produk Global Berbasis di Indonesia

Skutik berbadan bongsor (150cc) ini memang sedang naik daun dan mulai jadi tren raja jalanan. Tengok saja di jalan-jalan, semakin banyak orang –laki-laki dan perempuan– yang dengan bangga mengendarainya.

Yang menarik, di tengah kompetisi ketat, NMax berhasil menyalip posisi Honda PCX 150 yang dipasarkan dua tahun lebih awal. Hal ini yang mendorong Yamaha Global memercayakan produksi NMax dibuat di pabrik Yamaha di Indonesia sebagai basisnya.

Dengan demikian, NMax adalah produk global Yamaha pertama yang dibuat di Indonesia dan diluncurkan pertama kali di dunia juga di Indonesia. Setelah itu, NMax diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Rusia, dan negara-negara di Eropa seperti Spanyol, Belanda, Italia dan Inggris.

Usia NMax masih relatif baru. “NMax ABS baru di-launching pada Februari 2015. Sedangkan NMax non-ABS di Juli 2015 pada saat Pekan Raya Jakarta (PRJ),” ujar Dyonisius Beti, Vice President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Khusus untuk peluncuran NMax non-ABS, dibuka melalui booking online yang mampu mencapai 1.000 unit pemesanan. Setelah itu, dipasarkan lewat main dealer dan dealer.

Dyonisius Beti, Vice President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

Dilihat dari sisi produk, NMax memiliki keunggulan, yaitu menggunakan mesin Blue Core 155cc dengan teknologi Variable Valves Actuation (VVA) yang pertama kali diterapkan pada motor di dunia dan motor matik pertama di pasar ASEAN yang dilengkapi Anti-lock Brake System (ABS) yang diadopsi dari motor sport besar. Posisi kaki pengendara NMax sangat fleksibel karena tempat pijakan kaki yang luas.

NMax pun merupakan motor matik Yamaha Indonesia pertama yang memiliki fitur-fitur berkelas, yaitu rear disc brake dan fuel digital speedometer yang dapat menunjukkan instant fuel consumption (real-time) dan average fuel consumption. Speedometer NMax juga dilengkapi multi information display (MID) dengan fitur terbarunya oil trip meter yang berfungsi menunjukkan jarak yang telah dicapai saat indikator bahan bakar di sebelah kanan speedometer telah berkedip dan V-Belt Trip yang berfungsi menginformasikan jarak pemakaian V-Belt CVT.

NMax adalah turunan dari skutik premium sebelumnya, TMax yang bermesin 660cc. Skutik bongsor ini dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 250 juta. Kendati harganya selangit, banyak saja peminatnya. Nah, melihat animo tersebut, manajemen Yamaha di Indonesia memutuskan memproduksi NMax sebagai “adik” TMax. Dan ternyata terbukti: NMax direspons pasar dengan positif. Sejumlah penghargaan pun telah disandang NMax, baik di dalan negeri maupun luar negeri. Salah satunya, penghargaan sebagai Best Scooter dari Motor Cycle News (MCN) Award 2015. MCN adalah media otomotif terkemuka Inggris.

Yodran Satriadi, Asisten GM Strategi Pemasaran, Perencanaan & Promosi YIMM, menjelaskan sebagai produk premium, awalnya NMax menyasar kelas B+ dan A. “Namun sejalan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, sekarang NMax juga diminati mereka yang masuk segmen C+ sampai B,” katanya.

Dari segi promosi, Yamaha sangat aktif mengiklankan NMax melalui duta mereknya, yaitu pembalap dunia: NMax Rider Community. Iklan tersebut dibuat oleh Yamaha Global. Yodan pun menjelaskan, secara umum promosi untuk NMax melalui jalur above the line (ATL) yang dilakukan lewat berbagai media cetak, online dan televisi. Selain itu, Yamaha juga rajin mempromosikan NMax melalui media digital (website) dan media sosial seperti FB, Twitter dan Instagram.

Adapun promosi below the line (BTL) lewat aktivitas Yamaha di berbagai area. Salah satunya, event yang jangkauannya sangat luas sampai ke pedesaan, yaitu Blue Core Yamaha Motor Show. Yamaha juga berpartisipasi di ajang pameran otomotif seperti PRJ, Indonesia International Motor Show (IIMS), dan yang akan datang adalah Indonesia Motorcycle Show (IMOS). “Untuk pembeli Nmax, kami beri helm spesial dan jaket premium,” kata Yodran sambil mengungkapkan, karena NMax adalah produk premium, tidak ada diskon harga.

Komunitas Jadi Andalan

Seperti produk Yamaha lainnya, NMax juga menggarap komunitas sebagai salah satu kekuatan Yamaha setiap memasarkan produk baru. M.Masykur, Asisten GM Pemasaran YIMM, mengatakan bahwa komunitas juga tetap menjadi andalan Yamaha karena mereka adalah konsumen loyal Yamaha. “Aktivitas komunitas NMax masih gencar dilakukan hingga saat ini seiring booming-nya motor tersebut,” kata Masykur.

Bahkan, sampai bersentuhan dengan unsur pemerintahan. Awal tahun ini, misalnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar hadir dalam Jambore Nasional Pertama Indonesia Max Owners dan perayaan ulang tahun pertama Bandung NMax Community (BNC) di Parahyangan. Dari sinilah, komunitas NMax dipercaya menjadi official marshall cabang olahraga balap sepeda di PON XIX.

Agustus lalu, kegiatan komunitas NMax dengan jajaran pemerintahan berlangsung lagi. NMax Rider Community se-DKI Jakarta mengadakan gathering bersama Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, yang dihadiri 400 peserta. Wali Kota Jak-Tim sebagai pengguna NMax juga pernah turut serta dalam acara touring NMax bersama NMax Rider Community. Rencana selanjutnya, mereka akan mengadakan CSR, city touring, dan program agen penjualan Yamaha di RT/RW area Jak-Tim, untuk memperluas jaringan sosial antara warga daerah itu dan pengguna motor Yamaha.

Yang menarik dari komunitas NMax, selain membuat gathering, kegiatan sosial atau touring, juga membuat sendiri dan menjual aksesori NMax kepada komunitasnya. Maklum, mereka banyak yang menjadi pengusaha otomotif. “Jadi, kami beri kebebasan bagi mereka untuk beraktivitas. Pihak Yamaha sendiri selalu men-support mereka,” ungkap Masykur.

Jaringan Distribusi dan Kinerja

Sistem distribusinya, sama seperti motor Yamaha lainnya: dapat dibeli di dealer dan main dealer. “Yang istimewa dari NMax adalah keberhasilannya menembus pasar ekspor dan membukukan penjualan terbanyak di Spanyol untuk wilayah Eropa,” ujar Dyon, panggilan keseharian Dyonisius Beti. Sebelum NMax resmi dihadirkan, 1.500 jaringan Yamaha di seluruh Indonesia dipersiapkan untuk bisa memberikan layanan bagi konsumen NMax.

Dengan berbagai langkah pemasaran itu, kinerja NMax menggembirakan. Tahun 2015, 122.046 unit NMax terjual di pasar domestik dan 31 ribuan unit di pasar luar negeri. Tahun ini, dari Januari hingga Agustus, NMax sudah terjual 157.596 unit, sedangkan ekspornya mencapai 29 ribuan unit yang menempatkannya sebagai motor Yamaha yang paling banyak diekspor. Komposisi variannya: 70% NMax non-ABS dan 30% ABS. “Dulu awalnya kapasitas produksi NMax adalah 8 ribu per bulan, sekarang 30 ribu per bulan,” ucap Masykur.

Ekspor NMax ini turut mengangkat reputasi Yamaha di pasar luar negeri. Di dalam negeri, YIMM diganjar penghargaan sebagai Eksportir Terbaik 2016 pada akhir Juli lalu dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dalam ajang KPU Award 2016. YIMM mengungguli empat nominator lainnya yang berasal dari berbagai industri.

Dibanding NMax, sejatinya Honda PCX 150 dua tahun lebih dulu hadir di pasar dalam negeri. Namun, karena PCX masih diimpor dan harganya Rp 39,5 juta, banyak konsumen yang beralih membeli NMax ABS yang dibanderol Rp 28 jutaan dan non-ABS Rp 24 jutaan. Tak mengherankan, dari sisi kinerja, tahun lalu PCX hanya membukukan penjualan 3.582 unit dan pada Januari-Agustus 2016 sebanyak 3.200 unit. Bisa dikatakan, NMax menyalip PCX di tikungan. Kabarnya, Honda juga akan meluncurkan pesaing NMax yang bernama Honda Forza.

Eri Haryoko, pengamat otomotif, menilai sukses NMax di pasar karena banyak hal seperti desain yang lebih bagus, teknologi yang lebih maju, dan harga yang relatif lebih rendah dibanding PCX. “Sebenarnya, Yamaha dulu pernah memasarkan Yamaha skutik bodi bongsor bernama Majesty dengan harga Rp 27 jutaan pada awal 2003-an. Tetapi, belum direspons positif karena saat itu masih dianggap mahal,” ujar Eri yang juga pernah memiliki Yamaha Majesty.

Saat ini, sejalan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, NMax direspons dengan baik oleh pasar. “Tinggal sekarang, bagaimana pihak Yamaha bisa tetap memberikan layanan dan respons yang cepat kepada pemilik NMax jika ada keluhan,” ujarnya. Maklum, pelanggan NMax berbeda dengan pelanggan motor lainnya. Mereka cenderung mementingkan layanan yang baik.

Karena pasar skutik premium berbodi bongsor semakin membesar, wajar juga kalau Honda akan meliris produk barunya di segmen ini. Agar bisa bersaing, Honda harus memberikan nilai lebih pada produknya. Selain masalah harga yang harus lebih kompetitif, juga teknologinya harus lebih advance dibanding NMax. “Jangan sampai ada kesan, Honda sebagai market leader malah jadi follower Yamaha,” ungkap Redaktur Senior Oto.co.id ini memberi masukan.

Tak hanya Yamaha dan Honda yang agresif menggarap pasar ini, kabarnya Kymco juga akan meluncurkan produk yang sama. Dulu, Kymco sebetulnya pernah memasarkan produk seperti ini. Namun tak bertahan lama. Demikian juga Suzuki sudah memasarkan Burgman. Hanya saja, penjualannya pada Januari-Agustus 2016 hanya 90 unit. Yang pasti, semakin banyak pemain, pasar segmen ini akan semakin besar. Karena sebagai motor kategori baru, pasarnya masih terbuka lebar.(*)

Penulis : Dede Suryadi (Instagram & Twitter : @ddsuryadi)
Riset: Sarah Ratna Herni
————————————————————

Jurus Ngebut Yamaha NMax

• Diluncurkan dalam dua varian hampir bersamaan, yaitu ABS pada Februari 2015 dan non-ABS pada Juli 2015.

• Merupakan produk global Yamaha yang diproduksi di Indonesia dan bahkan menjadi basis produk untuk pasar dunia.

• Yamaha agresif melakukan promosi ATL seperti beriklan di teve, media cetak dan media online. Juga, sangat aktif mengiklankan NMax melalui duta mereknya, pembalap dunia: Valentino Rossi. Iklan tersebut dibuat oleh Yamaha Global.

• Yamaha rajin mempromosikan NMax melalui media digital (website) dan media sosial seperti FB, Twitter dan Instagram.

• Yamaha melakukan promosi BTL melalui berbagai aktivitas di berbagai area dan pameran. Juga, menggarap komunitas dengan agresif.

• Sistem distribusinya sama seperti motor Yamaha lainnya, yaitu melalui 1.500 jaringan dealer dan main dealer-nya.

• Hasilnya? Penjualannya terus meningkat. Pada Januari-Agustus 2016, NMax sudah terjual 157.596 unit, sedangkan ekspornya mencapai 29 ribuan unit.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.