Mega-Showroom Astra di Paris van Java

Akhir tahun lalu, PT Astra International Tbk. meresmikan Astra Biz Center (ABC) di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat. ABC merupakan kawasan terpadu yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam satu tempat alias one stop service mulai dari informasi produk otomotif, transaksi pembelian, layanan keuangan/pembiayaan, hingga layanan pascajual produk dan jasa perusahaan yang tergabung dalam Grup Astra.

 

Sedikitnya ada sembilan perusahaan yang berada di dalam kompleks terpadu seluas 3,1 hektare tersebut. Yakni, Astra International Daihatsu Sales Operation, Astra International Isuzu Sales Operation, Astra International UD Trucks Sales Operation, United Tractors, Federal International Finance, Asuransi Astra Buana, Serasi Autoraya (TRAC), Astra Credit Companies dan Bank Permata. Nilai investasi pembangunan mega-showroom ini sebesar Rp 219,3 miliar.

Yulian Warman, Head of PR Astra International, mengatakan, untuk mendirikan kawasan terpadu itu, pihaknya lebih dulu membaca pola kebutuhan konsumen. ABC bisa menjadi alternatif bagi konsumen untuk menghemat waktu dan memberi kemudahan dalam mengurus kebutuhannya dalam satu tempat.

 

Pertimbangan Astra mendirikan ABC di Bandung adalah adanya permintaan konsumen dan potensi Jawa Barat yang cukup signifikan. Apalagi, Bandung penuh inovasi dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus. “Kami melihat permintaan dan potensi daerah. Setelah dilihat dan disurvei, pertumbuhan ekonomi Bandung sangat signifikan sekali ke depannya,” kata Yulian.

 

ABC Bandung menjadi pilot project Astra untuk dikembangkan di wilayah lain di Indonesia. “Kami akan melihat potensi daerah lain. Kalau datanya mencukupi syarat, kenapa tidak kami buat juga,” tambahnya.

 

Mengenai target yang ingin dicapai dari ABC, Yulian menjelaskan bahwa pendirian ABC merupakan penerjemahan target-target investasi anak perusahaan Astra. “Astra sebagai perusahaan induk selalu memperhatikan kebutuhan investasi anak-anak perusahaannya. Ini sudah dibuat target satu tahunan oleh setiap anak perusahaan dan itu di-review. Target-target itu diterjemahkan dalam ABC.”

 

Handito Joewono, pengamat manajemen, menilai strategi Astra membuka ABC merupakan cara menunjukkan jati dirinya yang besar. “Konsepnya luar biasa bagus. Ini menunjukkan Astra banget dan Astra percaya diri menunjukkan ke-Astra-annya,” katanya. Selama ini, Astra kurang berani menunjukkan ke-Astra-annya karena yang ditonjolkan hanya merek-mereknya. Astra hanya sebagai tulang punggung penjualannya. “Tapi kali ini, Grup Astra bisa mengumpulkan brand-brand dia dalam satu kompleks itu. Ini Astra banget.

 

Dengan strategi ini, Astra memudahkan sekaligus memanjakan konsumen. Salah satunya, konsumen dapat membandingkan beberapa macam merek mobil karena sebagian besar mobil yang dijual di Indonesia didistribusikan oleh Astra. “Apalagi, di kawasan tersebut ditambah jualan asuransinya, kreditnya, dan lainnya,” tambah Handito. ”Jadi secara konsep, luar biasa dan cerdik,”

 

Namun, pekerjaan berikutnya adalah bagaimana mendatangkan konsumen karena bagaimanapun konsep ini harus dikomunikasikan kepada konsumen. Tidak hanya melalui media massa, tetapi juga harus melalui experimental communication. Maksudnya, mengomunikasikan keunikan dan keunggulan ABC.

 

“Astra tidak boleh launching buru-buru karena ketika launching buru-buru sementara dari sisi experience konsumennya belum mendapatkan sesuatu yang istimewa, itu malah menjadi backfire. Bahaya,” Handito menyarankan. Artinya, konsep yang bagus harus membuat konsumen merasa ada sesuatu yang lain yang berbeda dibanding showroom lain. Itu yang harus diciptakan. Kalau Astra sudah berhasil membuat seperti itu, konsumen itu akan berbicara ke yang lain.

 

Menurutnya, dalam dunia pemasaran, pemasar harus berpikir melebihi harapan konsumen di mana konsumen tidak membayangkan sebelumnya. “Tetapi dengan diciptakan ABC ini, akan membuat standar dan kebutuhan baru,” katanya. Kecenderungan terakhir bisa dilihat pada ajang Indonesia Motor Show (IMS) yang makin ramai dan efektif. Mengapa? Karena, konsumen datang ke IMS untuk membandingkan semua merek dan belanja di situ.

 

Konsumen jenis ini ditangkap Astra dengan menciptakan kawasan terpadu. Astra memindahkan IMS ke dalam konsep ABC. Walaupun tidak meminta, konsumen selama ini sudah terbukti suka model seperti IMS.

 

Yang pasti, ABC merupakan ide besar dan memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan ke depan. Bahkan, tak menutup kemungkinan mega-showroom seperti ini bisa jadi tren di industri otomotif.

 

 

Dede Suryadi dan Denoan Rinaldi

Riset: Sarah Ratna Herni

 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *